SMK Komputer Indonesia

JL Raya Cikampak, RT. 03 RW. 06, Ciampea, Bojong Rangkas, Ciampea, Bogor, Jawa Barat 16620

Cerdas, Terampil dan Berakhlak Mulia

Google Partner

Sabtu, 20 Januari 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 91 Kali

.

Apa itu G Suite for Education? G Suite for Education adalah layanan google untuk dunia pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA/MA/SMK dan perguruan tinggi. sebuah solusi untuk komunikasi yang terintegrasi dengan email, kalender dan obrolan/ diskusi dan solusi berkolaborasi dalam kegiatan pembelajaran.

G Suite For Education terdiri dari:

Gmail: Akun email untuk masing-masing siswa, pengajar, staff dengan fasilitas, fungsi dan kapasitas sama seperti akun gmail reguler, 7 GB, sehingga membantu siswa dalam mencari informasi dengan cepat dan mudah.

Google CalendarSiswa dapat mengorganisir rencana kegiatan dan even-even yang kemudian dapat di bagikan pada yang lainnya.

Google Talk: Siswa dapat memanggil dan mengirim pesan pada yang lainnya setiap saat, dari manapun di muka bumi ini.

Google Docs: Siswa dapat berbagi file dokumen. Kolaborasi dalam waktu yang nyata (real time) dengan kelompok dalam satu sekolah/ kampus dan hasilnya di publikasikan pada dunia.
Google Sites: Kerja sama untuk menjaga hubungan antar dokumen, isi web dan informasi lain pada satu tempat
Google Video for Educations: Video hosting dan sharing untuk internal lembaga pendidikan untuk mengefektifkan kerja sama.

Beserta beberapa aplikasi lainnya yang terdapat di Google Apss For Education.Dari aplikasi yang tersedia tersebut tentunya akan mendukung pengembangan diri para siswa yang serius memanfaatkannya.

Tips No 1: Lakukan Diskusi dan Kolaborasi Pengerjaan Dokumen

Dengan Google Docs (di Google Drive), siswa bisa mengerjakan tugas kelompok tanpa harus bersempit-sempit di depan satu komputer. Dengannya, kita juga tak perlu lagi memiliki dokumen terpisah-pisah yang nantinya harus disambungkan secara manual. Google Docs memungkinkan beberapa orang berkolaborasi dalam satu dokumen yang sama secara real-time. Mereka bisa saling melihat perubahan dan melakukan diskusi. Perdebatan dalam pengerjaan tugas pun bisa tetap dilakukan meskipun anggota kelompok tidak saling bertemu.

Tips No 2: Gelar Survei Online

Melakukan survei, dengan cara menyebarkan kuesioner, adalah tugas yang kerap dilakukan siswa. Dengan Google Forms, siswa bisa menggelar survei itu secara online. Keunggulan survei online adalah, data yang terkumpul bisa langsung diolah dan dipantau. Hal berikutnya yang penting bagi kehidupan siswa adalah networking, yaitu kegiatan menjalin pertemanan dan membangun jaringan perkenalan. Pepita mengatakan, dia beberapa kali mendapatkan pekerjaan dengan mengandalkan jejaring yang sudah dibangunnya sejak masa kuliah.

Tips No 3: Manajemen Waktu

Dengan Google Calendar, seorang siswa bisa menjaga kontak dengan temannya dan berbagi kegiatan yang akan dilakukan bersama. Calendar juga berguna untuk menjaga agenda sehari-hari siswa sehingga tidak ketinggalan jadwal kuliah ataupun pengerjaan tugas. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh kampus yang menerapkan Google Apps for Education adalah mengintegrasikan kalender akademik, hingga jadwal perkuliahan dan tenggat tugas dengan aplikasi Google Calendar. Jika dilakukan, hal itu tentu akan makin memudahkan siswa mengatur waktu masing-masing.

Tips No 4: Manfaatkan Hangout

Kemampuan Hangout di Google Plus memungkinkan pertemuan antar-teman maupun kelompok belajar secara tatap muka dari lokasi yang berjauhan. Selain antar-siswa, Hangout juga bisa dimanfaatkan oleh pengajar untuk melakukan diskusi dengan siswanya. Hal lain yang menjadi penting bagi siswa adalah memiliki kegiatan di luar kurikulum (ekstrakurikuler). Kegiatan itu bisa berupa organisasi formal (BEM, himpunan, dan lainnya) hingga kegiatan berbasis hobi, seperti grup musik atau olahraga.

Tips No 5: Bangun Situs Kelompok

Dengan Google Sites, organisasi siswa atau kegiatan lainnya bisa membangun situs untuk menampilkan kegiatan ataupun informasi lainnya. Google Sites juga memungkinkan integrasi dengan aplikasi Google lainnya, seperti Docs, Spreadsheet, atau Forms.

Tips No 6: Gelar Kegiatan dengan Calendar

Google Calendar memungkinkan sebuah kegiatan menyebar undangan untuk menggelar acara tertentu.

Tips No 7: Daftar dan Registrasi Plus

Sebuah kegiatan bisa juga dilakukan dengan memanfaatkan Google Forms sehingga bisa mencakup isian untuk data lain, misalnya makanan apa yang lebih disukai calon peserta dan lain sebagainya. Nah, yang juga penting bagi siswa adalah �menjual� dirinya dengan mencatat dan menyebarkan kemampuan atau prestasinya.

Tips No 8: Bangun Sites sebagai Portofolio

Melalui Google Sites, siswa bisa membangun sebuah halaman situs yang menunjukkan minat, kemampuan, dan prestasinya.

Tips No 9: Unggah Resume Online

Selain itu, melalui Google Docs, siswa bisa mencatat dan menyusun resume yang nantinya bisa diajukan kepada calon perusahaan tempatnya bekerja, maupun untuk kepentingan lainnya.

Sembilan butir tips di atas hanya sebagian dari apa yang bisa dilakukan melalui Google Apps untuk kegiatan siswa. Dari banyaknya manfaat yang akan diperoleh melalui google apps pasti akan membuat banyak kampus menerapkan aplikasi google tersebut dalam dunia akademis di kampusnya. Beberapa kampus dikabarkan sudah menerapkan Google Apps sebagai bagian tak terpisahkan dari kegiatan sehari-harinya. Seperti Universitas Brawijaya Malang diatas dan sebentar lagi juga akan diterapkan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ada beberapa Alasan mengapa perlu menggunakan Google Apps for Educations, diataranya:

Siswa akan menyukainya. Semua pelajar akan memiliki alamat email yang unik dengan domain masing-masing sekolah/ kampus, misalnya nama.siswa@namasekolahku.sch.id. Fasilitas dan quotanya sama dengan akun Gmail biasa (@gmail.com)

Mengembangkan kemampuan IT. Fokus pada aktivitas IT, kita tidak perlu kawatir pada kapasitas email cukup fokus saja pada materi yang unik dan sediakan sumber belajar yang mendukung pengajaran, pembelajaran dan penelitian

Mudah dalam pengembangan. Kita sudah tidak perlu software untuk diinstall, tidak perlu membeli hardware, kita hanya perlu membuat akun untuk memulai semuanya. Dapat diintegrasikan pada sistem yang sudah ada, karena menggunakan teknologi yang terbuka dan API yang lengkap bagi pengembangan yang akan dilakukan nantinya oleh lembaga pendidikan bersangkutan.

Hemat, karena dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan seperti sekolah atau kampus. Ini bersifat non-profit alias gratis.

Privasi dilindungi oleh Google, Keamanan terjamin seperti halnya produk Google lainnya serta kita tidak sendirian, banyak lembaga pendidikan yang sudah menggunakan aplikasi google ini.

Inovasi akan tetap dilakukan secara terus menerus. Kita bisa juga melakukan kolaborasi secara Global (Globalisasi) dengan sangat mudah dan yang paling penting kita bisa bertanya langsung ke Google mengenai apapun yang berhubungan dengan aplikasi kaitannya dengan google.

...

Siti Linna Trihayanti, S.Pd

Assalam mu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT  atas rahmat dan karuniaNya sehingga Website SMK Komputer…

Selengkapnya